Sumatra Barat, 1958. Kampung-kampung hidup dalam bisik dan ketakutan. PRRI bukan hanya pergolakan politik di atas kertas, melainkan dentuman yang menyentuh setiap rumah, setiap surau, setiap keluarga.
Syahrir, anak kampung berusia 15 tahun, mewarisi sirauik—kerambit pusaka pemberian ayahnya, guru mengaji dan silek yang hilang di rimba. Bilah kecil itu adalah pengingat akan marwah, ajaran untuk rendah hati, dan senjata terakhir bila muruah diinjak.
Namun, ketika tentara pusat datang dengan daftar nama, Syahrir tak lagi dilihat sebagai anak, melainkan sebagai tersangka. Dalam zaman yang mengubah diam menjadi pembangkang dan kebenaran menjadi tuduhan, dia harus menemukan makna sejati dari warisan ayahnya: apakah sirauik itu untuk menyelamatkan nyawa, atau menjaga harga diri hingga akhir?
Dituturkan dengan gaya hikayat yang tenang dan mendalam, Sirauik mengajak pembaca menyelami sejarah dari sudut yang jarang terdengar: suara orang-orang kecil yang terjepit di antara loyalitas, ketakutan, dan keinginan untuk tetap manusiawi.
Penulis :
H.A.SYUKRI
Editor :
Dharma Poetra
Giovanny Risky
Proofreader :
Rizki Amelia
Tim Grafis:
Penata Letak :
Rosalita
Sampul :
Hanung N. Putra
Ellunar Publisher
Email: ellunar.publisher@gmail.com
Website: https://www.ellunar.my.id/
Bandung; Ellunar, 2025
99 hlm., 14x20
ISBN: -
Cetakan pertama, Februari 2026
Rp45.000