Kampung tempatku lahir punya dua wajah: kehangatan persaudaraan di siang hari, dan pekatnya aroma alkohol serta jotosan tawuran saat malam tiba. Di sana, aku tumbuh di bawah teduhnya bimbingan Ibu yang lembut dan Bapak, sang imam masjid yang disegani. Namun, ketika maut merenggut mereka satu per satu, runtuh pula seluruh duniaku.
Kehilangan memicu kemarahan. Aku melipat sajadah, mengunci Al-Qur’an, dan memilih tenggelam dalam pelarian botol-botol minuman. Bahkan saat menyandang gelar sarjana hukum, aku memilih menghukum diri menjadi kuli pabrik, hingga akhirnya terhempas dalam pengkhianatan cinta yang manipulatif.
Di titik nadir saat kehilangan segalanya, gema nasihat terakhir Bapak kembali mengetuk pintu hati: “Sekali-sekali salatlah lima waktu lengkap. Habis itu, terserah mau apa.”
Sebuah novel kontemplatif tentang luka, ego remaja, dan perjuangan berdarah-darah untuk menemukan arti “pulang” yang sesungguhnya. Apakah selalu ada ruang bagi jiwa yang telanjur kotor untuk kembali bersujud?
Penulis :
Makudi
Editor :
Giovanny Risky
Tim Grafis:
Penata Letak :
Rosalita
Sampul :
Hanung N. Putra
Ellunar Publisher
Email: ellunar.publisher@gmail.com
Website: https://www.ellunar.my.id/
Bandung; Ellunar, 2025
103 hlm., 14x20
ISBN: -
Cetakan pertama, Juli 2026
Rp46.500