Kini aku dan temanku berdiri diam di sudut rumah, masing-masing menggenggam sapu yang bergemetar di tangan. Malam terasa makin pekat dan suara jangkrik pun seakan berhenti mendadak.
“Is,” bisik temanku lirih, nyaris tak terdengar.
“Apa?” jawabku dengan suara yang sama pelannya.
“Nanti kalau dia beneran datang ke sini gimana? Kita cuma berdua, dan kita masih anak kecil.” Wajahnya pucat, matanya penuh ketakutan.
Aku menatapnya, mencoba menenangkan meski hatiku sendiri nyaris runtuh.
“Tenang, walaupun kita anak kecil, tapi kita hapal surah An-Nas,” kataku, mencoba terdengar meyakinkan.
“Terus?” tanyanya, masih gemetar.
“Kuntilanak kalau coba mendekat pasti kepanasan,” jawabku, lebih sebagai sugesti untuk diriku sendiri daripada untuknya.
“Iya juga ya. Apalagi kita, kan, rajin mengaji di musola,” ucapnya, mulai percaya. Sedikit senyum muncul di wajahnya, meski ketakutan belum benar-benar hilang.
Penulis :
Iskandar She
Editor :
Ratri Dwi Kayungyun
Tim Grafis:
Penata Letak :
Rosalita
Sampul :
Hanung N. Putra
Ellunar Publisher
Email: ellunar.publisher@gmail.com
Website: https://www.ellunar.my.id/
Bandung; Ellunar, 2025
242 hlm., 14x20
ISBN: -
Cetakan pertama, Agustus 2026
Rp66.000